Waspada! Berat Badan Anak Sulit Naik Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
Secara umum, PJB terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu non-sianotik dan sianotik.
Pada PJB non-sianotik, kadar oksigen dalam darah masih tergolong cukup sehingga anak tidak tampak kebiruan. Contoh yang sering ditemukan adalah adanya lubang pada sekat jantung, seperti defek septum atrium (ASD) dan defek septum ventrikel (VSD).
Sementara itu, PJB sianotik tergolong lebih serius karena terjadi percampuran darah kaya oksigen dengan darah miskin oksigen. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, dengan tanda khas berupa bibir, lidah, atau ujung jari tampak kebiruan, terutama saat anak menangis atau kelelahan. Beberapa contoh kasusnya adalah Tetralogy of Fallot dan transposisi pembuluh darah besar.
Menurut dr Putri, gejala penyakit jantung bawaan bisa muncul sejak bayi lahir, tetapi dalam beberapa kasus baru terlihat saat anak bertambah usia.
Pada bayi, tanda yang sering muncul antara lain menyusu terputus-putus, berkeringat saat menyusu, berat badan sulit naik, serta sering mengalami infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek, atau pneumonia berulang. Selain itu, perubahan warna kebiruan pada bibir dan ujung jari juga perlu diwaspadai.