Waspada Anak-Anak Bisa Kena Hipertensi dan Kolesterol Tinggi, Ini Penyebabnya
“Selama ini banyak pandangan yang salah. Orang tua tidak memakai bumbu penyedap dengan alasan bumbu penyedap bisa membuat bodoh. Padahal hal itu tidak benar. Justru dengan memakai bumbu penyedap, pemakaian garam bisa dikontrol,” kata dr Arti Indira.
Lantas bagaimanakah ciri-ciri atau gejala anak kena hipertensi dan kolesterol? Mengacu pada eMedicine Health, Jumat (9/9/2022), tidak ada gejala khusus seorang anak mengalami kolesterol tinggi. Hal ini yang menyulitkan pencegahan di masa dewasanya.
"Umumnya tidak ada tanda atau gejala peningkatan kadar kolesterol selama masa kanak-kanak. Tetapi, saat mereka tumbuh dewasa, kolesterol tinggi itu bisa dikenali lewat munculnya timbunan lemak kecil di kulit, pembesaran hati dan limpa, serta pasien mengalami serangan jantung, stroke, atau masalah pembuluh darah perifer," terang laman tersebut.
Lebih lanjut, menurut American Heart Association, ada penelitian yang valid bahwa proses penumpukan kolesterol di arteri sudah dimulai pada masa kanak-kanak. Artinya, diagnosis sejak dini bisa mencegah masalah yang disebabkan kolesterol tinggi di masa dewasa. Itu mengapa, diagnosis kolesterol tinggi bisa dilakukan di masa kanak-kanak.
Sementara untuk mencegah anak terkena penyakit hipertensi, kolesterol hingga obesitas, Cantika Felder selaku Fitness Trainer mengajurkan orang tua untuk hidup sehat dan olahraga. Berdasarkan anjuran WHO, orang tua harus mengajak anak bergerak 1 jam setiap harinya. Bergerak bisa dengan mengajak jalan bersama, bersepeda, hingga berenang.
“Ajak anak bergerak 30 menit di pagi dan 30 menit di sore hari. Kebiasaan bergerak sejak kecil ini sangat besar dampaknya saat anak beranjak dewasa kelak,” kata Cantika.
Editor: Elvira Anna