Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ivan Gunawan Murka! Doktif Pakai Wajahnya Tanpa Izin untuk Konten Medsos
Advertisement . Scroll to see content

Viral Anggur Shine Muscat Dikabarkan Mengandung Zat Berbahaya, Begini Kronologi dan Hasil Laboratorium

Selasa, 29 Oktober 2024 - 09:39:00 WIB
Viral Anggur Shine Muscat Dikabarkan Mengandung Zat Berbahaya, Begini Kronologi dan Hasil Laboratorium
Anggur shine muscat dikabarkan mengandung zat berbahaya. (Foto: Thai PBS World)
Advertisement . Scroll to see content
Informasi anggur shine muscat
Informasi anggur shine muscat di Thailand. (Foto: Nation Thailand)

Sebanyak 24 sampel terkumpul dari 15 lokasi penjualan berbeda di Bangkok dan sekitarnya. Pengambilan sampel dilakukan mulai dari 2 hingga 3 Oktober 2024.

Sampel-sampel itu kemudian dikirim ke Laboratorium BVAQ yang terakreditasi berdasarkan ISO 17025. Tujuan utama pengujian mengetahui ada atau tidaknya residu pestisida.

Seperti apa hasil uji laboratoriumnya? Simak berita ini sampai selesai. 

Hasil Uji Laboratorium

1. Dari 24 sampel, negara asal anggur shine muscat yang diidentifikasi berasal dari China sebanyak 9 sampel. Sisanya tidak memiliki informasi asal.

2. Satu sampel mengandung Klorpirifos atau bahan kimia berbahaya (Tipe 4) yang dilarang. Lalu, sebanyak 22 sampel lainnya mengandung 14 jenis residu beracun yang melebihi batas standar. (Thailand menetapkan batas aman itu tidak melebihi 0,01 mg/kg).

3. Sebanyak 50 jenis residu toksik ditemukan. Di antaranya, 26 merupakan bahan kimia berbahaya Tipe 3, dan 2 lainnya adalah bahan kimia Tipe 4 yang dilarang di Thailand (Klorpirifos dan Endrin aldehid). Selain itu, 22 bahan kimia tidak tercantum dalam peraturan zat berbahaya Thailand, termasuk Triasulfuron, Cyflumetofen, Chlorantraniliprole, Flonicamid, Etoxazole, Spirotetramat, dan lainnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut