Terungkap, Ini Cara Menyenangkan Belajar Matematika untuk Anak
“Padahal sebetulnya, otak kanan yang bersifat imajinatif dan kreatif, juga membutuhkan pertimbangan logis matematis. Dengan kemampuan matematika, otak kanan yang hampir abstrak, dan kadang sulit dikendalikan, bisa diimbangi dan lebih terukur. Seseorang akan bisa mengurutkan, mana ide-ide yang sebaiknya direalisasikan, dan mana yang belum saatnya,” kata Kurnia.
Dia melanjutkan, matematika tidak bisa dilepaskan dari kehidupan. “Segala yang kita lihat, sentuh, dan bicarakan, tanpa sadar adalah matematika. Bentuk laptop (persegi), sudut-sudut di tempat tidur, hingga takaran bumbu dan garam saat memasak, semua itu matematika,” ujarnya.
Matematika bahkan bisa membuat kita memiliki persepsi baru terhadap suatu persoalan. Dia memberi contoh, saat kecil sang ayah memberinya atlas dunia. Melihat gambar 5 benua di atlas, saat dia kecil berpikir, Indonesia ternyata kecil sekali.
“Dengan skala, jarak dari Jawa ke Sumatera tampak dekat. Dengan menganggap bidang yang begitu luas itu menjadi kecil, saya berpikir memungkinkan untuk singgah ke semua tempat, dengan cara yang mudah. Hingga bisa mewujudkan mimpi, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hanya dengan belajar skala dari atlas,” tuturnya.
Dia menyayangkan, orang tua kadang tidak sadar matematika memiliki efek terhadap perspektif masa depan. “Dianggap matematika hanya menghitung angka, dan berpikir, anaknya memang tidak pintar matematika. Tidak diupayakan untuk memahami,” kata Kurnia.