Telapak Tangan Berkeringat Terus Bisa Jadi Tanda Hiperhidrosis, Ini Penyebabnya
Respons tersebut membuat tubuh bersiap menghadapi situasi yang dianggap mengancam. Akibatnya, detak jantung meningkat, napas menjadi lebih cepat, suhu tubuh naik, dan produksi keringat ikut bertambah.
“Begitu otak mengira ada potensi ancaman, meski cuma cemas, tubuh langsung bereaksi. Otot tegang, napas cepat, badan panas,” ujar Rizal.
Karena itu, telapak tangan yang berkeringat saat gugup atau berada dalam tekanan belum tentu menandakan adanya penyakit jantung maupun gangguan paru-paru. Kondisi tersebut bisa menjadi bagian dari respons tubuh terhadap stres atau gejala hiperhidrosis.
Meski relatif tidak berbahaya, Rizal mengingatkan agar masyarakat tetap waspada jika keringat berlebih muncul bersamaan dengan gejala lain. Pemeriksaan medis diperlukan apabila kondisi tersebut disertai penurunan berat badan drastis, sering berkeringat pada malam hari, atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Meski hiperhidrosis relatif enggak berbahaya, tapi kalau disertai gejala lain seperti berat badan turun drastis, sering keringetan malam, atau keringatnya sampai mengganggu aktivitas, lebih baik periksa,” kata Rizal.
Editor: Dani M Dahwilani