Tegas! Praktisi Kesehatan Nilai Bill Gates Menyesatkan soal Prediksi Profesi Dokter dan Guru Musnah 10 Tahun Lagi

Nah, demikian juga pada profesi dokter dan guru. Kata dr Dicky, teknologi termasuk kecerdasan buatan atau AI yang kini berkembang sangat cepat memiliki potensi luar biasa untuk memperkuat kinerja tenaga medis dan pendidik, tapi tidak menggantikan secara penuh kedua profesi tersebut.
"Jadi, AI ini bukan ancaman, bukan musuh yang dapat menggantikan manusia, tapi dia tools untuk membantu memperkuat kinerja tenaga medis dan pendidik. AI bukan menggantikan secara penuh," jelas dr Dicky.
Dokter Dicky menerangkan bahwa di dunia kesehatan, peran dokter bukan hanya pemberi diagnosis dan penentu terapi terbaik untuk pasien, namun dia juga perlu aspek empati dan etik. Jadi, dokter itu dibekali dengan kemampuan pengambilan keputusan yang kompleks, karena perlu melihat dari berbagai aspek, termasuk sosial budaya pasien. Dokter juga dituntut memiliki kemampuan komunikas interpersonal yang mendalam dan ini yang tidak dimiliki AI.
"Dalam praktiknya, dokter akan melakukan anamnesa yang mana itu bukan hanya soal tanya-jawab antara dokter dan pasien, tapi ada aspek empati dalam pengambilan keputusannya. Sekali lagi, AI tidak memiliki poin itu," katanya.
Dengan kata lain, AI memungkinkan untuk menjadi alat bantu diagnosis, tapi tidak bisa menggantikan sentuhan duniawi yang dimiliki dokter.