Tega Sekap dan Aniaya Pacar, Apakah Taufik Hidayat Psikopat? Ini Penjelasan Psikolog
Menurut Yunita, tindakan yang diduga dilakukan pelaku bukan sekadar kekerasan dalam hubungan, melainkan sudah mengarah pada bentuk ekstrem 'coercive control' atau kontrol paksa serta 'extreme intimate partner violence'.
Dalam kondisi seperti ini, pelaku memandang pasangan sebagai objek yang harus dikuasai sepenuhnya, bukan sebagai individu yang memiliki hak dan kebebasan.
Dia menilai dugaan penyiksaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius, seperti gangguan pada mata hingga bibir yang diduga digunting, memperlihatkan adanya unsur kekerasan yang sangat sadis. Selain itu, penyekapan selama tiga tahun juga menunjukkan adanya perampasan hak dasar korban untuk hidup bebas.
Yunita menjelaskan bahwa hubungan yang berujung pada penyekapan umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Pelaku biasanya memulai dengan kontrol yang terlihat sebagai bentuk perhatian, seperti cemburu berlebihan, membatasi pergaulan, mengontrol aktivitas hingga memutus hubungan korban dengan keluarga maupun teman-temannya.
"Awalnya mungkin berupa cemburu yang dianggap perhatian. Kemudian berkembang menjadi pembatasan terhadap lingkungan sosial korban hingga akhirnya korban berada dalam kondisi isolasi yang parah," jelasnya.