Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!
Advertisement . Scroll to see content

Tanda-Tanda Terkena Virus Nipah, Demam Tinggi hingga Peradangan Otak

Senin, 26 Januari 2026 - 10:38:00 WIB
Tanda-Tanda Terkena Virus Nipah, Demam Tinggi hingga Peradangan Otak
Edukasi kesehatan mengenai gejala awal dan bahaya virus Nipah sebagai penyakit zoonotik yang berpotensi fatal. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Virus Nipah menjadi salah satu penyakit zoonotik yang patut diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius pada manusia, mulai dari demam tinggi hingga peradangan otak atau ensefalitis.

Virus Nipah merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah yang menjadi reservoir alaminya. Meski tergolong jarang, infeksi virus ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi sehingga deteksi dini sangat penting.

Gejala awal virus Nipah umumnya menyerupai penyakit infeksi pada umumnya. Penderita dapat mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga rasa lelah berlebihan. Kondisi ini kerap membuat virus Nipah sulit dikenali pada tahap awal.

Seiring perkembangan penyakit, gejala dapat semakin berat. Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut, mual, muntah, hingga penurunan kesadaran. Pada kasus tertentu, virus ini memicu ensefalitis atau peradangan pada otak.

Peradangan otak akibat virus Nipah menjadi kondisi paling berbahaya. Penderita dapat mengalami kejang, kebingungan, disorientasi, hingga koma dalam waktu singkat jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Kelompok dengan sistem kekebalan tubuh lemah, anak-anak, serta lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Hingga kini, belum tersedia obat antivirus khusus untuk virus Nipah. Penanganan medis difokuskan pada perawatan suportif dan pengendalian gejala guna mencegah kondisi semakin parah.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak langsung dengan hewan liar, serta memastikan makanan dan minuman dalam kondisi higienis. Deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci penting untuk menekan risiko fatal akibat virus Nipah.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut