Tahan Bersin Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran, Begini Kata Dokter
Masalah muncul ketika seseorang menutup hidung atau menahan bersin secara paksa. Tekanan udara yang seharusnya keluar justru berbalik dan mendorong ke arah telinga.
"Otomatis tekanan udara tersebut akan mendesak ke telinga. Di mana telinga di sini ada gendang telinga dan telinga bagian tengah. Akhirnya kalau kamu lakukan terus-menerus bertahun-tahun, berbelasan tahun, bisa rentan terjadi kerusakan gendang telinga dan kerusakan tulang-tulang telinga," kata dr Tirta.
Dia menambahkan, di dalam telinga terdapat tiga tulang kecil yang berfungsi menghantarkan getaran suara. Bagian tersebut dapat mengalami gangguan apabila terus-menerus menerima tekanan udara yang tidak semestinya akibat kebiasaan menahan bersin.
Kerusakan pada gendang telinga maupun tulang pendengaran berpotensi menurunkan kemampuan mendengar seseorang. Karena itu, kebiasaan menahan bersin sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan telinga dalam jangka panjang.
Alih-alih menahan bersin, dr Tirta menyarankan masyarakat tetap membiarkan refleks alami tersebut terjadi. Untuk menjaga etika saat berada di tengah keramaian, seseorang cukup menutup hidung dan mulut menggunakan siku bagian dalam.
"Itu alasan kenapa kalau kamu bersin di tempat ini, solusinya adalah bersinkan saja, tapi ditutup dengan siku, sehingga nggak berisik. Tapi kalau kamu tahan, hati-hati. Niat bersin malah sobek gendang telingamu," kata dr Tirta.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa tindakan sederhana seperti menahan bersin ternyata dapat berdampak pada kesehatan telinga. Oleh sebab itu, daripada menahannya, lebih baik bersin secara alami dengan tetap menerapkan etika yang benar agar tidak mengganggu orang lain.
Editor: Dani M Dahwilani