Studi: Smartwatch Bisa Bantu Orang Berhenti Merokok
Chris Stone, peneliti dari Tobacco and Alcohol Research Group di University of Bristol, mengatakan, "Bagi mereka yang berusaha berhenti merokok, momen kejatuhan pertama adalah saat yang paling rentan dan berisiko menyebabkan kambuh total."
Dia menambahkan, "Orang-orang suka memakai smartwatch, dan mereka menyukai ide mendapatkan pesan tepat pada saat mereka merokok. Jadi, jika kami dapat mengidentifikasi titik kejatuhan ini dan memberikan intervensi tepat pada saat itu, kami memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesuksesan upaya berhenti merokok."
Dalam studi yang dipublikasikan di JMIR Formative Research, aplikasi smartwatch ini diuji pada 18 orang yang tertarik untuk berhenti merokok. Mereka mengenakan smartwatch Ticwatch yang telah dipasang aplikasi khusus selama dua minggu, dari saat bangun tidur hingga tidur malam (mereka diminta untuk mengisi ulang smartwatch pada malam hari).
Selama periode dua minggu, peserta juga diberi instruksi untuk melepas jam tangan saat mandi, berenang, atau melakukan aktivitas yang bisa merusaknya, seperti olahraga kontak. Setelah periode tersebut, peserta diminta mengembalikan jam tangan dan mengisi kuesioner yang terdiri dari 27 pertanyaan.
Hasilnya, 66 persen peserta merasa nyaman mengenakan smartwatch dengan teknologi ini, dan 61 persen merasa pesan yang ditampilkan relevan dengan mereka. Banyak respons positif yang menunjukkan bahwa aplikasi ini meningkatkan kesadaran terhadap kebiasaan merokok, memberikan semangat lebih untuk berhenti, mendorong mereka untuk berpikir sejenak sebelum merokok, dan mengurangi konsumsi rokok.