Spons Cuci Piring Bisa Jadi Sarang Bakteri, Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan
JAKARTA, iNews.id - Spons cuci piring yang digunakan setiap hari di dapur ternyata bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Fakta ini diungkap dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata melalui unggahan di akun X miliknya.
Dalam cuitannya, dr Adam menjelaskan spons cuci piring dapat berubah menjadi pusat “peternakan” bakteri bila tidak dirawat dengan benar. Kondisi lembap pada spons disebut menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak.
“Tau gak kalian kalau spons cuci piring yang biasa kita gunakan itu dapat berubah menjadi pusat ‘peternakan’ bakteri?” tulisnya.
Dia mengutip hasil penelitian yang menemukan kepadatan bakteri pada spons cuci piring bisa mencapai 5,4 × 10¹⁰ sel per sentimeter kubik. Jumlah tersebut bahkan disebut lebih banyak dibanding populasi manusia di Bumi jika dihitung dalam satu potong spons berukuran telapak tangan. “Iya sebanyak itu!” tulisnya.
Menurut dr Adam, sebagian bakteri yang ditemukan di spons memiliki potensi menyebabkan infeksi oportunistik pada manusia. Kondisi ini membuat kebersihan spons menjadi hal penting yang tak boleh diabaikan.
Menariknya, spons yang rajin dibersihkan ternyata belum tentu lebih aman digunakan. Dia menjelaskan proses membersihkan spons justru bisa membunuh bakteri yang lebih lemah, sementara bakteri yang lebih kuat mampu bertahan hidup.
“Sederhananya pas kita bersihin spons, malah sebenarnya kita lagi menyeleksi bakteri paling bandel untuk bertahan hidup,” katanya.
Karena itu, dr Adam menyarankan agar spons cuci piring diganti secara rutin. Bila memungkinkan, spons sebaiknya diganti setiap satu minggu sekali untuk meminimalkan penumpukan bakteri.
Selain rutin mengganti spons, masyarakat juga diimbau tidak menyimpan spons dalam kondisi lembap setelah dipakai. Kebiasaan tersebut dinilai dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat spons semakin kotor.
Menjaga kebersihan spons cuci piring menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu menjaga kebersihan dapur dan kesehatan keluarga.
Editor: Dani M Dahwilani