Sinar Matahari Jadi Musuh Terbesar Penyakit Lupus hingga Dermatomiositis, Kok Bisa?
Jadi, penyakit apa saja yang disarankan tidak boleh terpapar sinar matahari karena dapat memperburuk kondisi, memicu reaksi fotosensitif, atau mempercepat kerusakan? Berikut ulasan selengkapnya.
Individu dengan lupus (systemic lupus erythematosus, dan lupus kulit atau cutaneous lupus erythematosus atau discoid lupus erythematosus disarankan tidak boleh terkena sinar matahari karena banyak dari mereka memiliki fotosensitivitas paparan sinar UV yang dapat memicu flare kulit dan sistemik.
Karena itu, pasien lupus dianjurkan memakai sunscreen spektrum luas (UVA + UVB), menggunakan pakaian pelindung, menghindari sinar UV antara pukul 10.00 - 16.00, dan edukasi photoproteksi.
Pada porfiria kulit, senyawa porfirin yang menumpuk di kulit menyerap cahaya (terutama panjang gelombang tertentu) dan menghasilkan radikal bebas yang merusak kulit, menyebabkan lepuhan, nyeri, dan eritema.
Ini adalah kelainan genetik di mana mekanisme perbaikan DNA terhadap kerusakan akibat sinar UV sangat lemah. Hanya beberapa menit kena sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan serius, kanker kulit, dan mutasi.