Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wisata Medis IVF di Sanur Bali Jadi Kabar Bahagia Pejuang Garis Dua
Advertisement . Scroll to see content

Sering Salah Paham, Program Bayi Tabung Tak Selalu Dilakukan karena Mandul

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:01:00 WIB
Sering Salah Paham, Program Bayi Tabung Tak Selalu Dilakukan karena Mandul
Ilustrasi pasangan suami-istri sedang berkonsultasi terkait program bayi tabung (IVF). (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idProgram bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) kerap dianggap sebagai jalan terakhir bagi pasangan yang mengalami kemandulan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Faktanya, ada banyak kondisi medis maupun faktor usia yang membuat pasangan memilih menjalani program IVF untuk meningkatkan peluang kehamilan. Apa saja faktor itu?

IVF merupakan teknologi reproduksi berbantu yang dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium. Setelah terjadi pembuahan, embrio yang terbentuk kemudian dipindahkan ke dalam rahim agar dapat berkembang menjadi kehamilan.

Setiap pasangan memiliki alasan yang berbeda dalam menjalani program bayi tabung. Sebagian menghadapi penurunan kualitas sel telur akibat bertambahnya usia, sementara yang lain memiliki riwayat keguguran berulang, gangguan pada saluran tuba, endometriosis, hingga masalah kesuburan pada pria seperti jumlah atau kualitas sperma yang rendah.

Dikutip dari Morula IVF Indonesia, perjalanan menuju kehamilan melalui IVF tidak selalu mudah dan sering kali membutuhkan waktu bertahun-tahun. Selain kesiapan fisik, pasangan juga dituntut memiliki kesiapan mental dan dukungan dari keluarga selama menjalani proses tersebut.

Salah satu kisah datang dari pasangan Dini dan Hakim. Selama lima tahun mereka berjuang untuk memiliki anak sambil menghadapi riwayat keguguran berulang. Setelah melalui program IVF, Dini akhirnya berhasil hamil pada usia 45 tahun.

Perjuangan serupa juga dialami Reno Intan dan Hendrik. Selama 11 tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai momongan. Hendrik bahkan sempat divonis tidak memiliki sperma sehingga donor sperma pernah menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Di sisi lain, Reno Intan juga harus menghadapi miom dan polip yang memengaruhi peluang kehamilan.

Pasangan tersebut menjalani enam kali program IVF, termasuk mencoba pengobatan di luar negeri. Setelah melalui berbagai tantangan dan kegagalan, usaha mereka akhirnya membuahkan hasil dengan kehamilan yang berhasil dipertahankan.

Kisah lainnya datang dari pasangan publik figur Denny Sumargo dan Olivia Allan. Setelah beberapa kali gagal menjalani program bayi tabung di luar negeri, keduanya akhirnya berhasil memperoleh buah hati pertama, Gabriella atau yang akrab disapa Biel.

Beragam pengalaman tersebut menunjukkan bahwa IVF bukan hanya diperuntukkan bagi pasangan yang mengalami kemandulan. Program ini juga menjadi pilihan bagi mereka yang menghadapi berbagai kondisi medis yang menyulitkan proses kehamilan secara alami.

Meski demikian, keberhasilan program bayi tabung dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya usia wanita, kualitas sel telur dan sperma, penyebab gangguan kesuburan, kondisi kesehatan secara umum, serta respons tubuh terhadap pengobatan selama program berlangsung.

Karena itu, pasangan yang merencanakan kehamilan dan mengalami kesulitan memperoleh keturunan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas. Dengan evaluasi yang tepat, dokter dapat menentukan apakah IVF merupakan pilihan terbaik atau masih ada metode terapi lain yang lebih sesuai.

Program bayi tabung bukan sekadar prosedur medis, tetapi juga perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, komitmen, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Setiap pasangan memiliki tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan penanganannya pun harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut