Sering Dianggap Ketinggalan, USG 2D Ternyata Lebih Akurat Deteksi Kelainan Janin
Karena itu, saat pemeriksaan fetomaternal sebagian besar waktu dokter menggunakan mode USG 2D. Sementara itu, USG 3D maupun 4D hanya dimanfaatkan sebagai pemeriksaan pelengkap pada kondisi tertentu.
“USG 3D dan 4D berfungsi sebagai pelengkap pada kondisi tertentu. Misalnya untuk membantu menilai kelainan permukaan tubuh seperti bibir sumbing, kelainan ekstremitas, atau memperjelas temuan yang sudah terlihat pada USG 2D,” ujar Dokter Tubagus.
Dia menambahkan, USG 4D memang memiliki keunggulan dalam menampilkan gambaran wajah janin sehingga lebih mudah dipahami oleh calon orang tua. Meski demikian, pemeriksaan 3D maupun 4D bukan pemeriksaan wajib dan hanya dilakukan bila ada indikasi medis atau untuk melengkapi evaluasi tertentu.
Sebab itu, Dokter Tubagus mengimbau masyarakat tidak merasa kecewa apabila dokter lebih banyak menggunakan USG 2D saat pemeriksaan kehamilan. “Bukan karena alatnya kalah canggih. Justru karena itulah standar pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan bawaan pada janin,” ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani