Sering Bangun Malam untuk Buang Air Kecil? Waspadai Gejala Pembesaran Prostat
Selain itu, keluhan berkemih yang terus-menerus dapat menimbulkan rasa frustrasi, menurunkan kepercayaan diri, hingga memengaruhi kehidupan seksual.
"Kesehatan prostat erat kaitannya dengan kualitas hidup dan kebahagiaan pasangan. Ketika gejala terus mengganggu aktivitas sehari-hari, rasa percaya diri pria dapat menurun dan berdampak pada hubungan interpersonal maupun kehidupan seksual," ujar dr Elita.
Meski faktor usia menjadi salah satu penyebab utama yang tidak dapat dihindari, risiko perburukan kondisi prostat dapat ditekan melalui pola hidup sehat.
Dokter Elita menyarankan pria untuk tetap aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, memperbanyak konsumsi sayuran hijau, serta mengonsumsi tomat yang kaya likopen. Sebaliknya, konsumsi daging merah olahan sebaiknya dibatasi untuk membantu menjaga kesehatan prostat dalam jangka panjang.
Kabar baiknya, perkembangan teknologi medis kini memungkinkan penanganan pembesaran prostat dilakukan dengan metode yang lebih nyaman. Prosedur minimal invasif seperti TURP (Transurethral Resection of the Prostate) dan Rezum dapat dilakukan tanpa sayatan pada perut, dengan masa pemulihan yang relatif lebih cepat dibandingkan operasi konvensional.
Pria disarankan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mulai mengalami perubahan pada pancaran urine, merasa tidak tuntas saat buang air kecil, terbangun lebih dari dua kali setiap malam untuk berkemih, atau muncul nyeri dan darah saat buang air kecil.
"Jangan menunggu hingga tidak bisa buang air kecil atau muncul komplikasi pada ginjal. Gangguan prostat bukan bagian yang harus diterima begitu saja saat menua. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, pria tetap dapat menjaga kualitas hidup, produktivitas, dan keharmonisan bersama pasangan," tutur dr Elita.
Editor: Muhammad Sukardi