Selama Pandemi Perawatan Kanker di RS Alami Kendala, Dokter Sarankan Hal Ini
Dia menambahkan, masyarakat perlu menghindari faktor risiko kanker paru dan mengetahui gejala kanker paru sehingga apabila merasakan beberapa gejala tersebut, perlu segera melakukan konsultasi kepada dokter agar bisa terdiagnosa lebih cepat.
"Lebih dari itu, pasien yang sudah terdiagnosa, harus mendapatkan terapi sesuai dengan kondisi, karena kanker paru berkembang dengan cepat. Masa pandemi tidak menyebabkan pasien harus berhenti melakukan pemantauan terlebih melanjutkan terapi," ujarnya.
Stephen, salah seorang penyintas kanker paru mengatakan, di masa pandemi ini, akses ke fasilitas kesehatan terdapat kendala terutama karena di RS terdapat banyak pasien dari berbagai penyakit berkumpul sehingga menimbulkan rasa was-was.
"Padahal, saya sebagai penyintas kanker paru membutuhkan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter secara rutin. Kemudian akses mendapatkan obat juga tidak boleh berhenti demi tetap mempertahankan kondisi dan menghindari progression. Saya bersyukur sudah ada aplikasi ini yang dapat membantu pasien kanker mendapatkan akses lebih mudah terhadap pengobatan terapi kanker di masa pandemi," katanya.
Editor: Vien Dimyati