RS Medistra Diduga Larang Dokter dan Nakes Pakai Hijab, Auto Trending Topic!
Pembahasan RS Medistra ini pun telah diketahui politikus senior PKS yang bertugas di DPRD Jakarta, M Taufik Zoelkifli. Dia menyayangkan RS Medistra melarang penggunaan hijab jika informasinya terbukti benar.
"Terjadi lagi pelarangan pemakaian busana yang menutup aurat (jilbab). Setelah Paskibraka 17 Agustus di IKN, kali ini dialami oleh dokter-dokter di RS Medistra, yang disuarakan dengan berani oleh salah satu dokternya. DPRD Jakarta sudah bersuara membela, semoga diikuti oleh yang lain," kata M Taufik Zoelkifli di X.
Banyak kekecewaan yang ditumpahkan netizen di X. Mereka sangat menyayangkan RS Medistra diduga melarang penggunaan hijab bagi nakesnya.
"Lagi dan lagi persekusi jilbab. Dokter spesialis bedah onkologi dr Diani Kartini memutuskan resign atau berhenti dari tempatnya bekerja di RS Medistra usai dirinya melayangkan protes karena pihak direksi diduga melarang pegawainya menggunakan hijab," kata @Nenk***.
"Parah, intoleransi terjadi di lembaga layanan publik," ujar @Per***.
"Rumah sakit yang masih phobia hijab sebaiknya tak usah buka di Indonesia, karena kita sudah merdeka dan dijamin kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Tolong pihak berwenang agar kasus di RS itu diusut agar tak menjadi preseden buruk," kata Cholil Nafis, Dosen Universitas Indonesia.
Hingga berita ini dibuat, pihak RS Medistra belum merespons pesan konfirmasi iNews.id.
Editor: Muhammad Sukardi