Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Minuman Low Sugar Belum Tentu Sehat, Begini Penjelasan Menkes
Advertisement . Scroll to see content

Ramai Tren Minum Oatmilk Pengganti Susu, Menkes Peringatkan Kandungan Gulanya Tinggi! 

Sabtu, 02 Mei 2026 - 08:50:00 WIB
Ramai Tren Minum Oatmilk Pengganti Susu, Menkes Peringatkan Kandungan Gulanya Tinggi! 
Menkes Budi mengungkap oatmilk memiliki bahan dasar pati gandum, yang secara alami memiliki kandungan gula lebih tinggi daripada susu sapi murni. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini menyoroti tren konsumsi oatmilk di masyarakat yang kerap dianggap sebagai pilihan lebih sehat dibandingkan konsumsi susu sapi. Dalam unggahan video di akun instagramnya @bgsadikin, Menkes Budi mengungkap oatmilk memiliki bahan dasar pati gandum, yang secara alami memiliki kandungan gula lebih tinggi daripada susu sapi murni.

“Oatmilk itu dibuat dari sari pati gandum yang kadar gulanya jauh lebih tinggi dari susu sapi murni,” ujar Budi, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Sebab itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak terbuai oleh label "vegan" atau "plant-based" hingga akhirnya tidak menyadari apa kandungan yang ada di dalamnya.

“Makanya jangan suka ketipu sama embel-embel vegan atau planet based,” katanya.

Terlebih, oatmilk saat ini menjadi opsi campuran minuman lainnya karena dinilai lebih sehat. Sementara, terkadang berbagai minuman kekinian saat ini juga ditambah dengan sirup yang mengandung gula. Alhasil kadar gula dalam minuman tersebut semakin banyak.

“Apalagi kalau kita minum kopi, barista itu suka nambahin segala macam sirup yang di-pump pump begitu kan? Enak sih, tapi bukannya makin sehat, malah makin numpuk gula dan kalorinya di badan kita,” ujar Budi.

Budi pun meminta masyarakat agar lebih kritis terhadap apapun yang dikonsumsi serta tidak latah mengikuti tren kekinian namun tidak sehat bagi tubuh.

“Oleh karena itu, kita harus mulai lebih kritis terhadap apa yang kita konsumsi, jangan hanya sekadar ikut-ikutan tren yang terlihat sehat. Percuma saja kalian mengeluarkan uang lebih banyak untuk opsi substitusi jika racikannya tetap tinggi kalori,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut