Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal Imsak Tangerang 23 Februari 2026, Jangan Telat Sahur!
Advertisement . Scroll to see content

Pola Tidur Berubah, Berikut Tips Tetap Sehat dan Bugar selama Ramadan

Senin, 23 Februari 2026 - 06:07:00 WIB
Pola Tidur Berubah, Berikut Tips Tetap Sehat dan Bugar selama Ramadan
Selama Ramadan, pola tidur masyarakat cenderung berubah karena adanya aktivitas sahur yang mengharuskan bangun pada dini hari. (Foto,: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Selama Ramadan, pola tidur masyarakat cenderung berubah karena adanya aktivitas sahur yang mengharuskan bangun pada dini hari. Di sisi lain, sebagian orang masih menjalani kebiasaan lama seperti beraktivitas hingga larut malam sehingga waktu istirahat berkurang.

Kondisi tersebut kerap membuat tubuh terasa lemas dan kurang segar saat beraktivitas di pagi hari. Sebab itu, penting untuk mengatur strategi agar kualitas tidur tetap terjaga meski jadwal harian berubah selama Ramadhan.

Buat Pola Tidur yang Sesuai dengan Aktivitas

Setiap orang dianjurkan tetap memenuhi kebutuhan tidur meski waktu istirahat terbagi. Salah satu caranya adalah mengusahakan tidur setidaknya empat jam pada malam hari setelah berbuka puasa.

Waktu tersebut dinilai cukup untuk membantu tubuh beristirahat sebelum kembali bangun sahur. Setelah sahur, seseorang juga dapat kembali tidur selama beberapa jam sebelum memulai aktivitas pagi.

Dengan pola ini, tubuh tetap mendapatkan total waktu istirahat yang memadai meski jam tidur tidak dalam satu waktu panjang.

Menerapkan Konsep Qailullah

Selain mengatur tidur malam, masyarakat juga dapat menerapkan konsep “Qailullah” atau tidur singkat di siang hari. Durasi yang disarankan sekitar 20 menit untuk membantu memulihkan energi.

Tidur singkat ini dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi saat bekerja atau beraktivitas selama berpuasa. Namun, durasinya sebaiknya tidak terlalu lama agar tidak menimbulkan rasa pusing atau sulit tidur di malam hari.

Perhatikan Konsumsi Makanan dan Minuman

Kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh durasi, tetapi juga oleh asupan makanan dan minuman. Saat berbuka puasa, sebaiknya hindari makanan tinggi lemak dan terlalu manis karena dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat saat malam hari.

Kondisi tersebut bisa mengganggu kenyamanan tidur karena tubuh masih aktif mencerna makanan berat. Selain itu, makanan pedas juga sebaiknya dibatasi karena dapat menimbulkan rasa panas dan kembung pada perut.

Memilih makanan yang lebih ringan dan seimbang saat berbuka dapat membantu tubuh lebih rileks saat waktu istirahat tiba.

Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Lingkungan tidur juga memegang peran penting dalam menjaga kualitas istirahat selama Ramadhan. Ruangan yang gelap, tenang, dan memiliki sirkulasi udara baik dinilai lebih ideal untuk tidur.

Selain itu, disarankan untuk menghindari penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, atau televisi menjelang waktu tidur. Paparan cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.

Dengan mengatur pola tidur, memperhatikan asupan makanan, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman, kualitas istirahat selama Ramadhan tetap dapat terjaga. Tubuh pun lebih bugar sehingga aktivitas harian bisa dijalani dengan energi dan semangat yang optimal.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut