Pertama Kali di Islandia Ada Nyamuk, Ahli: Perubahan Iklim Nyata!
"Nyamuk itu sangat sensitif terhadap kehangatan. Dia bakal bergerak cepat ke arah yang hangat dan cenderung menghindari suhu dingin," kata dr Dicky saat dihubungi iNews.id, Selasa (21/10/2025).
"Ini artinya, ada kemungkinan daerah ditemukannya nyamuk di Islandia itu memiliki suhu yang berubah lebih hangat dan ini bisa terjadi salah satunya karena perubahan iklim," sambungnya.
Kemudian, nyamuk adalah hewan yang bisa membawa penyakit, sama seperti kutu dan tikus. Ketika ditemukan nyamuk di tempat yang sebelumnya kecil kemungkinan ditemukan, maka ada potensi penyebaran penyakit di area tersebut.
Namun, kata dr Dicky, itu akan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor misalnya sumber virus atau manusia yang menetap di wilayah tersebut. "Kalau saya nilai, kemunculan nyamuk di Islandia ini masih sangat jauh untuk menjadi penyakit yang harus diwaspadai," tegasnya.
Dengan kata lain, untuk menjadi risiko kesehatan global, dr Dicky memastikan belum akan ke arah sana. Tapi, perubahan ke depan tidak bisa diabaikan.
Karena itu, dengan temuan ini harus menjadi motivasi untuk memperkuat pengawasan vektor, memperhatikan perubahan habitat, dan mempersiapkan sistem kesehatan yang lebih tanggap.
"Untuk Indonesia, surveilans diperkuat mengingat di Indonesia ini banyak sekali jenis nyamuk yang bisa ditemui," kata dr Dicky.
Editor: Muhammad Sukardi