Pertama di Dunia! China Sukses Transplantasi Paru-Paru Babi ke Manusia
Tim melaporkan bahwa tidak ada tanda-tanda penolakan, infeksi, atau kegagalan cangkok dalam tiga hari pertama setelah operasi. Namun, 24 jam setelah transplantasi, para peneliti memerhatikan bahwa paru-paru membengkak, dan jaringan telah rusak setelah tidak mendapatkan oksigen selama beberapa waktu selama prosedur transplantasi.
Para peneliti juga mengamati adanya kerusakan yang disebabkan oleh antibodi yang menyerang organ tersebut pada hari ketiga dan keenam, tetapi mencatat bahwa kerusakan paru-paru berkurang pada hari kesembilan, ketika penelitian dihentikan atas permintaan keluarga penerima transplantasi.
"Setidaknya 6 orang di Amerika Serikat dan China telah menerima organ dari babi hasil rekayasa genom, termasuk jantung, ginjal, hati, dan kelenjar timus," ungkap Nature, dikutip Minggu (14/9/2025).
"Prosedur terbaru menunjukkan bahwa hampir semua organ babi dapat ditransplantasikan ke manusia," tambah peneliti.
Dengan keberhasilan transplantasi paru-paru babi ke manusia di China ini, para peneliti berharap organ-organ tersebut suatu hari nanti dapat menyelamatkan ribuan orang yang meninggal setiap tahun sambil menunggu organ donor.