Perjuangan Ibunda Raisa Melawan Kanker Paru Stadium 4 sebelum Meninggal Dunia
Namun, takdir berkata lain. Meski sudah membaik, ibunda Raisa di suatu waktu mengalami sesak napas. Hal ini membuat Rinaldi kembali membawa ibu tercinta ke rumah sakit.
Sampai akhirnya dokter memutuskan agar ibu Raisa itu dirawat inap. Setelah lima hari tidak ada peningkatan, pada 22 September 2025, almarhumah masuk HCU atau high care unit.
Dalam proses perawatan di HCU, sesak napas almarhumah dikabarkan Rinaldi semakin parah. Hal ini membuat dokter memutuskan untuk memasang ventilator untuk membantu pernapasan.
Tak hanya itu, dokter juga melakukan bronkoskopi dan ditemukan bahwa saluran napas hampir tertutup oleh sel kanker aktif. Setelahnya, dokter melakukan cryosurgery dan almarhumah dipindahkan ke RS Dharmais pada 25 September 2025.
"Alhamdulillah, jalur napas sudah dibersihkan. Namun ibu masih harus Radioterapi agar sel kanker tidak tumbuh lagi," kata Rinaldi.