Penyakit ISPA Hantui Anak-Anak di Pengungsian Banjir Sumatera
"Kemudian, perlu diingat bahwa droplet dan aerosol dari virus, baik itu influenza, RSV, Rhinovirus, juga bakteri itu sangat mudah menyebar, dan anak-anak seringnya bermain dan berkumpul dalam ruang yang sama," tambahnya.
Kondisi tersebut yang membuat risiko ISPA meningkat pada kelompok anak. "Ini faktor paling kuat meningkatkan insiden ISPA," tegas dr Dicky.
Faktor lain yang menyebabkan ISPA banyak menjangkit anak-anak korban banjir adalah kondisi lembap dan suhu dingin. Situasi lingkungan yang demikian memicu iritasi saluran napas dan menurunkan fungsi silia.
Dokter Dicky juga menerangkan bahwa, polusi udara dalam ruangan juga dapat memicu ISPA pada anak. Ini terjadi ketika banyak orang memasak di dalam tenda atau ruangan darurat. Nah, Asap dapur dan pembakaran ini bisa memperburuk saluran napas dan menjadi trigger ISPA.
"Faktor berikutnya adalah penurunan daya tahan tubuh akibat stres dari bencana itu sendiri. Mungkin juga kurang tidur, stres psikologis, asupan nutrisi tidak adekuat, yang semuanya itu dapat menurunkan imunitas anak," papar dr Dicky.
"Dan faktor terakhir adalah keterbatasan akses layanan kesehatan. Jadi, batuk pilek ringan pada anak ini tidak tertangani cepat, dan bisa membuat si anak mengalami gejala yang lebih serius," tambahnya.
Editor: Muhammad Sukardi