Penting Diketahui, Kiat Menjaga Kesehatan Kulit Bayi dari Risiko Ruam
Dokter Spesialis Anak, Andreas, M.Ked (Ped), Sp.A, menjelaskan, ruam popok juga bisa muncul karena kemampuan, fungsi dan anatomi kulit bayi tidak sama dengan orang dewasa, sehingga, bahan-bahan popok yang basah atau lembap dapat memicu infeksi jauh lebih cepat dari orang dewasa.
Ruam popok, kata dia, paling sering terjadi pada bayi baru lahir atau newborn. Namun, menurutnya, rata-rata ruam popok terjadi biasanya di bawah usia sembilan bulan. “Bayi di bawah usia 9 bulan juga meningkatkan risiko ruam popok karena fungsi kulitnya belum sebaik orang dewasa,” ujar dr Andreas melalui keterangannya belum lama ini.
Popok Daya Serap Tinggi
Untuk mencegah ruam popok dan masalah kulit lainnya, dr Andreas merekomendasikan popok yang memiliki daya serap tinggi dan memiliki rongga, serta sirkulasi udara yang baik.
Penggunaan popok sekali pakai terus berkembang secara global hingga saat ini. Makuku sebagai pelopor era SAP (Super Absorbent Polymer) menciptakan popok dengan teknologi baru dengan daya serap yang tinggi untuk mengurangi risiko ruam popok pada si kecil.
CEO Makuku, Jason Lee optimistis terhadap perkembangan dan prospek industri maternal dan bayi di Indonesia. Menurut data epidemiologi, kasus ruam popok terjadi pada 65 persen bayi dan kasus tertinggi terjadi di usia 6-12 bulan.