Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Haru Pegawai SPPG Tanti Bujuk Ortu yang Tolak MBG demi Lihat Senyum Anak-Anak
Advertisement . Scroll to see content

Pendidikan Karakter Tak Bisa Hanya Teori: Pembiasaan dan Keteladanan Jadi Kunci yang Terabaikan

Rabu, 16 Juli 2025 - 01:20:00 WIB
Pendidikan Karakter Tak Bisa Hanya Teori: Pembiasaan dan Keteladanan Jadi Kunci yang Terabaikan
Anak harus diarahkan kepada penggunaan internet yang positif. (Foto: Istw)
Advertisement . Scroll to see content

“Jangan sampai anak bingung karena pesan yang mereka terima di sekolah berbeda dengan yang mereka lihat di rumah. Kalau di sekolah disuruh jujur, tapi di rumah melihat orang tuanya berbohong, itu kontradiktif,” jelasnya.

Kak Odja juga mendorong para pendidik untuk tidak hanya menjadi pengajar, tapi juga teladan. “Anak-anak lebih mudah meniru daripada mendengar. Mereka meniru cara bicara, cara bersikap, bahkan cara menyelesaikan masalah,” katanya.

Solusi: Pendidikan Karakter yang Menghidupkan Nilai

Sebagai solusi, Kak Odja menekankan bahwa pendidikan karakter harus dibawa dalam seluruh aktivitas anak, bukan hanya saat jam pelajaran moral atau agama. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati harus dihidupkan dalam keseharian, mulai dari cara menyapa guru, cara berbicara dengan teman, hingga cara menyelesaikan konflik.

“Kalau kita ingin anak berakhlak baik, maka kita harus tunjukkan dan latih terus-menerus. Bukan sekali dua kali, tapi menjadi budaya harian,” tegasnya.

Dengan pendekatan seperti itu, ia optimistis karakter anak-anak Indonesia akan terbentuk lebih kuat dan tidak mudah tergerus oleh arus digital yang deras. “Karakter itu terbentuk dari pembiasaan, bukan sebatas dari teori,” pungkas Kak Odja.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut