Penderita Diabetes Wajib Tahu, Retinopati Diabetik Bisa Datang Tanpa Gejala
"Kalau sudah sampai fase itu, kualitas penglihatan sudah berkurang. Berkurangnya bermacam-macam. Bisa tajam penglihatan berkurang, atau kecerahan berkurang. Jadi kalau lihat lampu 100 watt seperti 80 atau 75 watt. Warna juga bisa berubah, misalnya merah terlihat lebih pink atau warna kuning tampak lebih pudar," ujarnya.
Dia menambahkan, perubahan tersebut berlangsung perlahan sehingga banyak pasien merasa penglihatannya masih normal. Akibatnya, retinopati diabetik sering baru diketahui ketika sudah memasuki stadium yang lebih berat.
Tak sedikit pula pasien yang datang ke dokter dengan dugaan dirinya mengalami katarak. Padahal, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, gangguan penglihatan tersebut ternyata disebabkan retinopati diabetik akibat diabetes yang tidak terkontrol.
"'Dok, saya katarak.' Bahkan belum diperiksa dia sudah mendiagnosis sendiri. Sekarang kan zaman AI. Kalau cari di internet 'pandangan mata kabur' dan usia 55 tahun, yang pertama keluar biasanya katarak. Akhirnya datang dengan keyakinan itu. Begitu dicek ternyata gulanya tinggi, ternyata retinopatinya sudah berat," ucapnya.
Prof. Bayu mengingatkan penyandang diabetes tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kesehatan mata. Pemeriksaan rutin dinilai menjadi cara paling efektif mendeteksi retinopati diabetik lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan penglihatan yang permanen.