Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Heat Dome? Fenomena yang Bikin Suhu Paris Terpanas Sepanjang Sejarah!
Advertisement . Scroll to see content

Paris Diserang Suhu Panas Ekstrem, Pasien RS Melonjak Tajam!

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:32:00 WIB
Paris Diserang Suhu Panas Ekstrem, Pasien RS Melonjak Tajam!
Ilustrasi pasien di rumah sakit. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id – Suhu panas ekstrem yang melanda Eropa mulai memberikan tekanan besar terhadap layanan kesehatan di Prancis. Rumah sakit di Paris dilaporkan mengalami lonjakan pasien hingga kapasitasnya nyaris penuh.

Hal ini terjadi akibat suhu udara di Paris lebih dari 40 derajat Celsius. Catatan ini menunjukkan bahwa suhu Paris lebih panas daripada Makkah. 

Prefek Kepolisian Paris, Patrice Faure, mengatakan fasilitas kesehatan di ibu kota Prancis kini menghadapi peningkatan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan. Menurutnya, angka rawat inap terus bertambah seiring memburuknya dampak cuaca panas.

"Kami mulai mencapai titik jenuh di fasilitas rumah sakit. Jumlah pasien yang dirawat terus meningkat," ujar Faure, dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2026).

Data dari Kementerian Kesehatan Prancis menunjukkan, dalam kurun waktu 24 jam pada Rabu (24/6), jumlah kasus henti jantung (cardiac arrest) di Paris mencapai 25 kasus, jauh di atas angka normal yang biasanya berada di bawah 10 kasus per hari.

Secara nasional, kunjungan ke instalasi gawat darurat akibat gangguan kesehatan yang berkaitan dengan cuaca panas juga meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut mengingatkan kembali masyarakat Prancis pada gelombang panas tahun 2003 yang menjadi salah satu bencana cuaca paling mematikan dalam sejarah negara itu. Saat itu, sekitar 15.000 orang meninggal dunia, sementara ruang gawat darurat dan kamar jenazah dipenuhi korban akibat suhu ekstrem.

Meski aktivitas di rumah sakit meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, otoritas kesehatan menyebut situasi masih dapat dikendalikan. Pemerintah terus memantau perkembangan seiring meluasnya wilayah yang berada dalam status siaga merah.

Hingga Rabu, sebanyak 58 wilayah di Prancis dengan hampir 44 juta penduduk berada di bawah peringatan merah gelombang panas. Sementara itu, 31 wilayah lainnya masih berstatus siaga oranye.

Selain membebani rumah sakit, gelombang panas juga menelan korban jiwa. Otoritas Prancis menyebut sedikitnya tiga orang diduga meninggal akibat suhu ekstrem di wilayah Pas-de-Calais.

Seorang balita berusia tiga tahun juga ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam mobil keluarga di pinggiran Paris saat suhu udara melampaui 40 derajat Celsius. Dalam pekan yang sama, dua anak lainnya dilaporkan meninggal dalam insiden serupa di Prancis.

Sebagai langkah darurat, pemerintah setempat memberlakukan larangan penjualan dan konsumsi minuman beralkohol di ruang publik di Paris mulai Jumat. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat paparan panas ekstrem.

Gelombang panas kali ini tidak hanya berdampak pada Prancis. Sejumlah negara Eropa seperti Spanyol, Italia, Jerman, Swiss, Belanda, dan Inggris juga menghadapi suhu yang jauh di atas normal.

Para ilmuwan menilai cuaca ekstrem yang melanda Eropa diperparah oleh perubahan iklim. Mereka memperingatkan bahwa selama emisi gas rumah kaca dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas masih tinggi, gelombang panas diperkirakan akan semakin sering terjadi, lebih intens, dan berlangsung lebih lama.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut