Otot Kram Awas Jangan Dipijat, Ini Harus Dilakukan agar Nyeri Cepat Reda
“Nah, kalau sudah kecapean, overstimulasi, jadi organ tendon golginya ini nggak bekerja nih inhibisinya, nggak ngerem. Jadi, mau gas terus. Makanya lengkung refleksnya jadi overstimulasi. Jadi, kedut-kedut terus padahal nggak ada itu stimulasinya," katanya.
Sebab itu, dia mengingatkan masyarakat agar tidak memijat otot yang sedang kram. Langkah yang lebih tepat adalah meluruskan atau meregangkan bagian tubuh yang mengalami kram agar mekanisme penghambatan otot kembali bekerja.
“Nah, makanya pengobatannya adalah kalau orang kram itu bukan dipijit-pijit, nggak boleh, malah bahaya. Dilempengin kakinya nih, dilurusin. Kalau dilurusin, itu stimulasi dari organ tendon golgi tadi itu menjadi meningkat. Sehingga, direm terus kan. Sehingga, kedutannya berkurang, sehingganya nyerinya kramnya berkurang. Itu tuh makanya kalau orang kram kan dilempengin kakinya tuh," ujarnya.
Selain meregangkan otot, dr. Fajri juga membagikan lima langkah yang perlu dilakukan saat mengalami kram. Pertama, hentikan aktivitas fisik yang sedang dilakukan. Kedua, luruskan atau regangkan otot yang mengalami kram. Ketiga, minum air putih dan penuhi kebutuhan elektrolit setelah kram mulai mereda.
Selanjutnya, berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat sebelum kembali beraktivitas. Terakhir, pastikan kebutuhan natrium, kalium, serta mineral penting lainnya tercukupi agar fungsi otot tetap optimal.