Orang Indonesia Susah Glowing gegara Stres, Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Ramai di media sosial pernyataan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) soal kulit glowing dan kaitannya dengan stres.
Ya, Sekretaris Utama BKKBN Budi Setyono mengatakan, orang Indonesia susah memiliki kulit glowing gegara tingkat stres yang tinggi. Beda dengan orang Korea Selatan yang warganya glowing, karena hidup sejahtera.
Lebih lanjut, Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, kulit glowing bisa dapat dengan cara hidup optimis dan berpikir positif. Ya, pola hidup yang demikian diharapkan mampu menekan tingkat stres dan akhirnya berdampak pada kesehatan kulit wajah.
Sebagai informasi, Indonesia menempati posisi ke-119 sebagai negara yang tingkat stresnya rendah. Artinya, masih jauh sekali bagi Indonesia dikatakan sebagai negara yang sejahtera dari sisi tingkat stres rendah.
Kulit Kusam usai Liburan? Ini Cara Cepat Bikin Kulit Glowing Lagi!
Monaco berada di urutan pertama, kemudian disusul Liechtenstein dan Luxembourg di urutan kedua dan ketiga. Singapura, negara tetangga Indonesia ada di urutan ke-7.
Menjadi pertanyaan sekarang, kenapa stres bisa memengaruhi kesehatan kulit? Simak beritanya sampai selesai.
Tips Kulit Cerah dan Glowing saat Lebaran, Simak Pilihan Skincare Ini!
Menurut jurnal berjudul 'Neuroimmunology of stress: skin takes center stage (2006), saat tubuh mengalami stres, hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA) axis diaktifkan dan ini memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan prolaktin.
Rekomendasi Skincare Series untuk Kulit Plumpy dan Glowing
Aktifnya hormon stres ini dapat memicu peradangan kulit, imunitas kulit menurun, dan keseimbangan sebum terganggu.
Bahkan, menurut jurnal berjudul 'Stress and disorders of the skin' (2000) menerangkan bahwa aktifnya hormon kortisol gegara stres dapat memecah kolagen dan elastin, sehingga tampilan wajah bisa terlihat lebih tua.
"Stres kronis juga dapat mempercepat pembentukan garis halus dan kerutan," ungkap jurnal tersebut, dikutip Minggu (3/8/2025).
Menjadi catatan di sini, ketika stres seseorang akan mengalami gangguan tidur, pola makan buruk, hingga lupa merawat kesehatan kulit dan ini dapat memicu perburukan kondisi jerawat atau masalah kulit.
"Jadi, stres bukan hanya soal mental, tapi berdampak nyata pada kulit melalui mekanisme biologis yang kompleks. Jika tidak ditangani, stres kronis bisa memperburuk kondisi kulit yang sudah ada atau memicu masalah baru, seperti jerawat, eksim, maupun penuaan dini," papar PubMed.
Jadi, itu dia penjelasan mengenai dampak stres yang tinggi terhadap sulitnya memiliki kulit glowing. Semoga informasi ini bermanfaat.
Editor: Muhammad Sukardi