Catat 5 Obat Penurun Darah Tinggi, Nomor 3 Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil
JAKARTA, iNews.id - Ada beberapa jenis obat penurun darah tinggi. Obat-obatan ini mempunyai cara kerja yang berbeda-beda, namun pada gilirannya dapat membantu penderita hipertensi menstabilkan tekanan darahnya.
Seperti kita tahu, penderita hipertensi perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengendalikan tekanan darahnya. Jika dibiarkan, hipertensi akan berkembang kepada penyakit-penyakit komplikasi lain yang berbahaya seperti gangguan pada mata, disfungsi seksual, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan jantung.
Bila tekanan darah Anda di atas ambang batas normal atau 130/80 mmHg atau lebih, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat penurun darah tinggi.
Berikut daftar obat penurun darah tinggi beserta cara kerja dan efek sampingnya, dirangkum dari situs American Heart Association, Selasa (9/11/2021).
1. Diuretik
Obat penurun darah tinggi di urutan pertama yakni diuretik. Diuretik ini dapat membantu tubuh membuang kelebihan natrium atau garam dan air. Obat ini pada gilirannya dapat membantu mengontrol tekanan darah. Obat sering digunakan dalam kombinasi dengan terapi resep tambahan. Beberapa obat diuretik dapat menurunkan suplai mineral potasium dalam tubuh Anda. Beberapa gejala efek sampingnya yakni kram kaki hingga kelelahan. Jika dokter Anda merekomendasikan obat diuretik, Anda dapat mencegah kehilangan kadar kalium dengan meminum cairan atau tablet yang mengandung kalium.