Ngidam Makanan Asin Jadi Sinyal Kondisi Kesehatan Tubuh, Jangan Diabaikan!
JAKARTA, iNews.id – Keinginan mengonsumsi makanan asin seperti keripik atau gorengan sering dianggap hal biasa. Namun, kondisi ini ternyata bisa menjadi sinyal tubuh yang menandakan adanya gangguan kesehatan tertentu.
Garam atau natrium memang penting bagi tubuh, tetapi jika keinginan muncul berlebihan, ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai. Dilansir dari berbagai sumber, berikut penyebab ngidam makanan asin:
Dehidrasi
Kekurangan cairan membuat keseimbangan elektrolit terganggu. Tubuh kemudian memicu keinginan makan asin, disertai gejala seperti pusing, haus berlebihan, dan lemas.
Penyakit Addison
Gangguan pada kelenjar adrenal ini menyebabkan tubuh kekurangan hormon penting. Akibatnya, natrium menurun dan memicu keinginan mengonsumsi garam.
Menkes Beberkan Penyebab Kasus Gagal Ginjal Meroket di Indonesia
Stres Kronis
Kondisi stres berkepanjangan dapat memicu craving makanan asin. Garam diketahui bisa memengaruhi hormon di otak yang memberi efek nyaman.
Sindrom Bartter
Gangguan ginjal langka ini membuat tubuh tidak mampu menyerap natrium dengan baik. Natrium banyak terbuang melalui urine sehingga tubuh “meminta” asupan garam.
Rutin Ejakulasi Bikin Sperma Sehat atau Encer? Ini Faktanya
Cystic Fibrosis
Kondisi genetik ini menyebabkan tubuh kehilangan natrium lebih banyak melalui keringat. Kebutuhan garam pun menjadi lebih tinggi.
Migrain
Sebagian penderita migrain cenderung mengidam makanan asin. Hal ini diduga sebagai respons tubuh untuk meredakan sakit kepala.
Praktis dan Sehat, Ini 5 Buah Cocok untuk Sarapan
Meski sesekali ngidam asin masih tergolong normal, kondisi ini perlu diwaspadai jika terjadi terus-menerus dan disertai gejala lain. Tubuh hanya membutuhkan sekitar 500 mg natrium per hari, sementara konsumsi berlebih dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Karena itu, penting untuk memperhatikan frekuensi ngidam serta tanda yang muncul agar kondisi kesehatan tetap terjaga.
7 Makanan dan Minuman Tampak Sehat Ternyata Tinggi Kalori
Editor: Dani M Dahwilani