Nestapa Dokter Muda di Indonesia Dibongkar Menkes, Rentan Alami Bully Senior!
Selain bullying, Kemenkes juga menerima laporan terkait ancaman hukum dari pasien hingga ancaman fisik terhadap tenaga kesehatan. Namun, kasus perundungan disebut menjadi salah satu persoalan yang paling menonjol.
"Yang menarik adalah ada ancaman dari pasien kalau dia dituntut, ini yang kami mesti jaga dan kami mesti lindungi tenaga medis kesehatan yang benar. Ada ancaman fisik, ya belum tentu dari pasien, ini juga kami mesti jaga terutama di daerah konflik. Yang paling menarik, ada ancaman bullying dari sesama teman sejawat, dan ini tinggi," ujarnya.
Budi menjelaskan, dokter muda menjadi kelompok paling rentan mengalami perundungan. Praktik senioritas masih ditemukan di sejumlah tempat kerja, terutama ketika dokter baru mulai bertugas atau ditempatkan di daerah yang berbeda dengan latar belakang pendidikan mayoritas tenaga medis setempat.
Menurutnya, tidak sedikit dokter yang mendapat tekanan karena berasal dari universitas atau fakultas yang berbeda. Kehadiran senior di tempat kerja juga kerap menjadi sumber tekanan bagi dokter yang baru memulai karier.
"Atau dia masuk mau kerja ada seniornya, ditekan. Dan itu adalah merupakan gangguan yang paling banyak yang kita secara sistematik pun harus melindungi, terutama bagi dokter-dokter muda dan dokter-dokter yang ditugaskan ke tempat lain," tutur Budi.
Karena itu, Menkes menilai pemerintah perlu memperkuat sistem perlindungan bagi tenaga medis, khususnya dokter muda. Ia menekankan bahwa lingkungan kerja yang sehat dan bebas perundungan menjadi syarat penting agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menkes Budi berharap berbagai bentuk intimidasi dan budaya senioritas yang merugikan dapat diminimalkan melalui pengawasan dan mekanisme perlindungan yang lebih kuat. Dengan demikian, dokter muda dapat menjalankan tugasnya secara profesional tanpa tekanan yang mengganggu perkembangan karier maupun kualitas layanan kesehatan.
Editor: Muhammad Sukardi