Mungkinkah Hasil Tes DNA Salah? Ini Jawabannya
Berikut ini beberapa hal yang bisa membuat hasil tes DNA salah atau keliru:
Teknis dan laboratorium
Hasil tes DNA bisa salah jika terjadi kontaminasi sampel. Ini umumnya berupa kesalahan dalam pengumpulan, pemrosesan, labeling, atau pengolahan laboratorium.
Selain itu, faktor lainnya adalah protokol pengujian yang buruk. Misalnya, penggunaan marker generik yang terlalu sedikit atau kurang spesifik.
Faktor Biologis Langka
Faktor lain yang dapat memicu kesalahan hasil tes DNA adalah chimerism atau kondisi langka di mana seseorang memiliki dua set DNA berbeda (misalnya akibat kembar yang menyatu atau transplantasi).
Kemudian, faktor 'identical twins'. Tes DNA standar tidak membedakan antara kembar identik.
Mutasi, Kesalahan Genotip, dan Kualitas Sampel
Mutasi genetik, sampel dengan kualitas buruk, atau kesalahan genotip dapat menyebabkan false negative. Lalu, variasi indikator genetik atau kualitas data rendah juga berkontribusi terhadap ketidakakuratan.