Mengenal Asam Folat yang Dibutuhkan Ibu Hamil, Bisa Mencegah Stunting
2. Menurunkan Risiko Preeklamsia
Asam folat juga dipercaya bisa mencegah Preeklamsia, kondisi ketika tekanan darah ibu hamil meningkat dan disertai dengan kelebihan kadar protein di dalam urine. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi asam folat yang cukup terutama saat usia kandungan telah memasuki trimester kedua.
3. Membantu Produksi Sel Darah Merah
Asam folat juga bisa mengoptimalkan produksi sel darah merah di dalam tubuh. Konsumsi asam folat pada ibu hamil dapat mengurangi risiko terjadinya anemia, yang dapat menjadi memicu kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, stunting serta perdarahan pascamelahirkan.
4. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung pada Bayi
Kekurangan asam folat pada ibu hamil juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan pada janin. Disarankan bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan asam folat hariannya sebaik mungkin sebagai upaya mencegah berbagai kelainan bawaan pada janin.
Lantas bagaimana memenuhi asam folat untuk ibu hamil? Harus diketahui kebutuhan asam folat untuk ibu hamil cenderung beragam sesuai dengan kondisi tubuh dan usia kehamilan. Namun, asupan asam folat yang umumnya dianjurkan bagi ibu hamil adalah sebesar 600 mikrogram per hari.
Jika pernah melahirkan bayi dengan kondisi cacat tabung saraf, ibu hamil perlu mengonsumsi asam folat dengan dosis yang lebih tinggi, yaitu 4.000 mikrogram setiap hari. Ada beberapa makanan tinggi asam folat untuk ibu hamil, di antaranya sayuran hijau, kacang-kacangan,buah papaya, hati sapi, telur dan asparagus.
Editor: Elvira Anna