Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terlalu Banyak Duduk Sebabkan Alzheimer, Begini Cara Mencegahnya
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Alzheimer, Penyakit yang Diderita Dorce Gamalama Sebelum Meninggal karena Covid-19

Kamis, 17 Februari 2022 - 16:58:00 WIB
Mengenal Alzheimer, Penyakit yang Diderita Dorce Gamalama Sebelum Meninggal karena Covid-19
Dorce Gamalama juga menderita Alzheimer sebelum meninggal karena Covid-19. (Foto: dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Sebetulnya sampai saat ini belum ada penelitian resmi terkait faktor utama terjadinya alzheimer. Akan tetapi, banyak ilmuwan dunia yang mengatakan bahwa kemungkinan besar alzheimer diderita akibat beberapa faktor, seperti genetika, usia, lingkungan, gaya hidup, dan kesehatan secara umum. 

Secara garis besar, mereka yang berusia lebih dari 65 tahun akan memiliki peluang besar untuk menderita alzheimer. Namun, tidak menutup kemungkinan pada generasi muda yang baru berusia 30 hingga 40 tahunan juga terkena penyakit ini.

Dalam laporan special yang digarap oleh Alzheimer’s Association bertajuk “Race, Ethnicity and Alzheimer’s in America” pada 2021, ada beberapa gejala klinis awal seseorang mengidap alzheimer. Di antaranya adalah kesulitan mengingat percakapan, nama dan peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi serta depresi. Gejala selanjutnya, terjadi gangguan komunikasi, disorientasi, kebingungan, dan perubahan perilaku. Pada akhirnya, seseorang akan mengalami kesulitan melakukan komunikasi, termasuk untuk berjalan.

WHO menyebut, saat ini ada sekitar 55 juta orang di dunia yang hidup dengan demensia. Dari angka tersebut, alzheimer memiliki kontribusi paling besar, yakni 60 persen sampai 70 persen kasus. Sementara itu, pertambahan kasus demensia per tahunnya mencapai 10 juta. Demensia juga menempati urutan ke-7 dalam daftar penyakit yang paling besar menimbulkan kematian.

NHS Inggris menyebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan guna menghindarkan diri dari alzheimer. Contohnya adalah membaca, mempertahankan kehidupan sosial yang aktif, banyak berpartisipasi di dalam komunitas, belajar bahasa asing, dan olahraga. Seseorang juga bisa memainkan beberapa permainan di gawainya yang sekiranya dapat melatih otak dan daya ingat. Meskipun, hingga saat ini belum ada penelitian pasti mengenai hal tersebut.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut