Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sebelum Meninggal Dunia, John Tobing Berjuang Melawan Stroke
Advertisement . Scroll to see content

Lebih dari 7 Juta Orang di Indonesia Berisiko Terkena Stroke, Alami Gangguan Irama Jantung

Jumat, 06 Maret 2026 - 14:59:00 WIB
Lebih dari 7 Juta Orang di Indonesia Berisiko Terkena Stroke, Alami Gangguan Irama Jantung
Penderita fibrilasi atrium diketahui memiliki risiko stroke sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan irama jantung. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menyebutkan, hasil penelitian terbaru memperlihatkan risiko stroke pada penderita AF bahkan dapat mencapai 10 kali lipat dibandingkan individu tanpa kondisi tersebut.

Tak hanya meningkatkan risiko, stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium juga cenderung lebih berat dampaknya. Banyak pasien yang mengalami kondisi tersebut berakhir dengan kecacatan permanen, bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia.

“Stroke yang berkaitan dengan AF itu lebih parah, lebih banyak yang meninggal dan lebih banyak yang mengalami kecacatan,” kata dr Yoga.

Melihat besarnya risiko yang ditimbulkan, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Salah satu metode sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan memeriksa denyut nadi secara mandiri.

Metode ini dikenal dengan istilah MENARI atau meraba nadi sendiri. Cara tersebut dapat membantu masyarakat mengenali lebih awal adanya kemungkinan gangguan irama jantung.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut