Kronologi Lengkap Istri Pencet Jerawat Suami Berujung Meninggal Dunia, Kisahnya Menyedihkan
Tak berhenti sekali, dalam beberapa hari berikutnya sang istri kembali membantu memencet jerawat suaminya, tanpa menyadari risiko besar yang mengintai.
Keesokan harinya, kondisi suami mendadak berubah drastis. Ia mengeluhkan pusing hebat dan demam tinggi. Sang istri sempat memberikan obat biasa, namun kondisi tak kunjung membaik hingga beberapa hari.
Yang membuat khawatir, area hidung sang suami tampak bengkak dan memerah. Keluhan pusing juga menjalar hingga ke bagian belakang kepala. Akhirnya, sang istri membawa suaminya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil laboratorium mengungkap fakta mengejutkan. Dokter menemukan adanya darah yang membeku di bagian dalam hidung. Kondisi tersebut membuat suami harus menjalani perawatan intensif selama satu minggu dan dinyatakan perlu segera dioperasi karena terjadi pendarahan hebat hingga ke pembuluh otak.
Dalam proses pemeriksaan, dokter menanyakan apakah sebelumnya ada tindakan memencet jerawat di area hidung. Pertanyaan itu membuat sang istri terdiam. Ia baru menyadari bahwa jerawat yang dipencet berada di area segitiga kematian, zona wajah yang sangat sensitif karena terhubung langsung dengan pembuluh darah menuju otak.