Kondisi Terkini Balita di Surabaya Dicekoki Obat Penggemuk Badan, Memprihatinkan
"Hari kesembilan setelah pemberhentian obat itu, anakku jadi drop. Gak mau makan, gak mau minum, tidur terus, ga kuat untuk ngapa-ngapain. Langsung aku bawa ke UGD dan yess harus segera di-opname," papar Linggra, dikutip Selasa (15/10/2024).
Linggra menjelaskan, kondisi hormon sang anak begitu drop pasca pemberian obat keras tersebut. Setelah melakukan rangkaian tes, diketahui kalau hormon balita itu sangat rendah, termasuk hormon kortisol-nya.
Hormon kortisol adalah hormon yang mengatur segala aktivitas dan pergerakan. Sayangnya, hormon balita malang ini sangat rendah, makanya dia merasa lemas dan tak aktif bergerak.
"Dan memang kata dokter, anakku gak kuat untuk bergerak karena tidak memiliki hormon kortisol, sehingga kami harus segera menyuntikkan hormon tersebut," ujar Linggra.
"Bayangin, gara-gara pemakaian obat deksa selama 1 tahun itu yang menekan adrenocorticotropic hormon anakku, sehingga tidak bisa menghasilkan hormon kortisol," tambahnya.