Komplikasi Diabetes Tak Cuma Gula Darah, Luka Kronis Jadi Ancaman Serius
Tantangan perawatan luka di Indonesia sendiri masih cukup besar. Studi Universitas Bhakti Kencana menunjukkan sebanyak 60 persen responden pernah mengalami infeksi pada luka yang dirawat. Sementara 75 persen responden mengaku membutuhkan pelatihan teknis mengenai cara perawatan luka yang benar.
Kondisi ini menunjukkan masih perlunya peningkatan edukasi dan akses terhadap layanan perawatan luka yang lebih terstandar, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti pasien diabetes.
Selain luka diabetes, kasus luka kronis juga dapat terjadi pada pasien pascaoperasi, penderita kanker, maupun korban trauma dan kecelakaan. Jika tidak ditangani dengan baik, luka tersebut dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.
Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dr Ian Kloer, menilai setiap pasien perlu memperoleh akses terhadap layanan perawatan luka yang modern dan berbasis standar medis yang baik.
"Kami percaya bahwa setiap pasien berhak mendapatkan akses terhadap perawatan luka yang modern, komprehensif, dan berpusat pada pasien serta berbasis standar medis unggulan," kata dr Ian.
"Sebagai perusahaan yang memiliki visi membantu membangun Indonesia yang lebih sehat, kami ingin mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat," tambahnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan, termasuk dalam penanganan luka kronis, merupakan bagian dari upaya untuk menekan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia.
Editor: Muhammad Sukardi