Ketahui Pentingnya Edukasi Kesehatan pada Pasien Pembesaran Prostat Jinak
Adapun gejala pembesaran prostat jinak bisa berbeda pada tiap penderita, tetapi umumnya akan memburuk seiring waktu. Gejala utama dari kondisi ini adalah urine sulit keluar di awal buang air kecil, perlu mengejan saat buang air kecil aliran urine lemah, hingga beser.
Pembayaran Rp4,5 M Klaim Nasabah Pengidap Kanker di Tengah Tingginya Inflasi Kesehatan
Saat mengalami gejala tersebut sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit. Sebab, kini ada tindakan untuk menangani kondisi pembesaran prostat jinak. Salah satu inovasi penanganan pembesaran prostat jinak adalah tindakan rezum. Tindakan ini diperuntukan bagi pasien pembesaran prostat jinak yang umumnya dialami oleh pria di atas usia 50 tahun ke atas.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali menyampaikan tindakan rezum merupakan salah satu layanan terbaru dari layanan urologi Primaya Hospital yang menjadi bukti dan komitmen untuk senantiasa bertumbuh dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Seluruh rumah sakit kami didukung oleh dokter spesialis yang lengkap dan berpengalaman, serta dilengkapi dengan teknologi yang mumpuni, fasilitas yang bersih dan pelayanan yang aman, ramah, dan cepat. Besar harapan kami kerja sama ini dapat mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dokter khususnya dokter spesialis di Indonesia,” kata Leona.
Pada tindakan rezum, anestesi diberikan dalam dosis yang lebih ringan bila dibandingkan dengan tindakan konvensional. Tindakan dimulai dengan endoskopi ke dalam saluran kemih, kandung kemih dan prostat.