Kenapa Kehujanan Bisa Bikin Demam? Simak Penjelasan Ilmiahnya
Hujan sering kali disertai dengan kelembapan tinggi, yang menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan virus dan bakteri. Misalnya, virus influenza dan rhinovirus, yang umum menyebabkan infeksi saluran pernapasan, lebih aktif dalam kondisi lembap. Jika seseorang terpapar patogen ini setelah kehujanan, risiko terjadinya infeksi meningkat.
Paparan suhu dingin dan lembap dapat menyebabkan stres pada sistem imun. Stres ini dapat mengurangi produksi sel-sel imun yang diperlukan untuk melawan infeksi. Selain itu, jika seseorang merasa tidak nyaman atau kedinginan, mereka mungkin cenderung untuk tidak menjaga pola makan dan tidur yang baik, yang juga berkontribusi pada penurunan fungsi imun.
Setelah kehujanan, orang cenderung mencari tempat berteduh atau berkumpul di dalam ruangan. Ini meningkatkan kemungkinan kontak dekat dengan orang lain yang mungkin membawa virus atau bakteri. Dalam lingkungan tertutup, risiko penularan penyakit menular menjadi lebih tinggi.
Ketika tubuh terpapar patogen setelah mengalami stres fisik dari kehujanan, respons inflamasi bisa meningkat. Inflamasi adalah bagian dari respons imun yang dapat menyebabkan demam sebagai reaksi tubuh untuk melawan infeksi. Proses ini melibatkan pelepasan sitokin yang memicu peningkatan suhu tubuh.
Meskipun kehujanan tidak secara langsung menyebabkan demam, kondisi ini dapat menciptakan situasi di mana tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan dan menghindari paparan yang berkepanjangan terhadap cuaca dingin dan lembap untuk meminimalkan risiko sakit.
Kenapa kehujanan bisa bikin demam? Meskipun tidak ada hubungan langsung antara air hujan dan demam, kondisi yang ditimbulkan oleh kehujanan seperti penurunan suhu tubuh, kelembapan tinggi, dan paparan terhadap patogen dapat meningkatkan risiko infeksi.
Editor: Komaruddin Bagja