Jangan Anggap Sepele! Gigi Berlubang pada Anak Bisa Ganggu Tumbuh Kembang
JAKARTA, iNews.id – Gigi berlubang atau karies pada anak masih sering dianggap sebagai masalah sepele, karena gigi susu pada akhirnya akan tanggal dan digantikan gigi permanen. Padahal, anggapan tersebut keliru.
Jika tidak ditangani sejak dini, karies gigi dapat berdampak lebih luas, mulai dari mengganggu aktivitas sehari-hari hingga memengaruhi tumbuh kembang anak. Kenapa begitu?
Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS Pondok Indah - Puri Indah, drg. Alana Aluditasari, Sp.K.G.A, mengatakan bahwa meski gigi susu nantinya akan berganti dengan gigi permanen, bukan berarti kesehatannya boleh diabaikan.
"Meski gigi anak akan tanggal dan berganti dengan gigi permanen seiring bertambahnya usia, bukan berarti kesehatan gigi susu dapat diabaikan begitu saja. Tanpa perawatan yang tepat, gigi anak rentan mengalami karies gigi," ujar drg. Alana dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
Dia menjelaskan, karies merupakan kerusakan pada enamel atau lapisan terluar gigi akibat proses demineralisasi. Kondisi ini terjadi ketika bakteri di dalam mulut mengubah sisa makanan yang mengandung gula atau karbohidrat menjadi asam, sehingga secara perlahan merusak jaringan gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Menurut drg. Alana, dampak karies tidak hanya sebatas menimbulkan rasa nyeri. Jika dibiarkan, kerusakan dapat menjalar hingga lapisan dentin dan pulpa gigi sehingga memicu sakit gigi berkepanjangan.
Kondisi tersebut juga bisa berdampak pada tumbuh kembang anak. Rasa sakit akibat gigi berlubang membuat anak enggan mengunyah makanan sehingga asupan nutrisi hariannya berkurang.
"Dampak karies yang dibiarkan tanpa penanganan membuat sakit gigi yang dirasakan anak berlangsung lama. Hal ini berpengaruh buruk terhadap nafsu makannya. Tanpa nutrisi yang cukup, si kecil berisiko mengalami kekurangan gizi hingga mengganggu proses tumbuh kembangnya," kata dia.
Selain memengaruhi asupan nutrisi, sakit gigi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak. Anak yang mengalami karies biasanya menjadi lebih rewel, kurang bersemangat bermain, sulit berkonsentrasi saat belajar, hingga mengalami gangguan tidur.
"Saat mengalami sakit gigi, biasanya anak menjadi lebih rewel hingga berdampak pada aktivitas hariannya. Si kecil akan merasa lebih lemas dan tidak semangat bermain, kehilangan konsentrasi dalam belajar, bahkan susah untuk tidur," ujarnya.
Lebih lanjut, drg. Alana mengingatkan bahwa karies yang tidak segera ditangani juga dapat menyebabkan gigi susu tanggal sebelum waktunya. Padahal, gigi susu memiliki fungsi penting sebagai penuntun pertumbuhan gigi permanen.
"Gigi susu menjadi panduan pertumbuhan gigi permanen. Apabila gigi susu tanggal terlalu cepat akibat karies, bisa jadi gigi permanen tumbuh tidak beraturan atau justru terjebak di dalam gusi (impaksi). Jadi, karies gigi tidak hanya menyebabkan kerusakan gigi susu, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan gigi dewasa pada anak," tutur drg. Alana.
Karena itu, dia mengimbau orang tua untuk tidak menganggap remeh gigi berlubang pada anak. Pemeriksaan ke dokter gigi sebaiknya segera dilakukan ketika muncul tanda-tanda karies agar kerusakan tidak semakin parah dan dampaknya terhadap kesehatan maupun tumbuh kembang anak dapat dicegah sedini mungkin.
Editor: Muhammad Sukardi