Jajanan Mengandung MSG Bisa Sebabkan Kecerdasan Anak Berkurang, Mitos atau Fakta?
Dosen D4 Teknologi Laboratorium Medik (TLM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Baterun Kunsah menjelaskan, rata-rata konsumsi MSG sekitar 0,6 g/hari atau sekitar 0,3- 1.0 g/hari di negara industri. Konsumsi tersebut bisa meningkat tergantung isi kandungan MSG dalam makanan dan tergantung pilihan rasa seseorang.
“Di MSG ada kandungan natrium. Konsumsi yang disarankan adalah 10 miligram per kilogram berat badan. Misal, berat badan 60 kilogram, kita hanya bisa konsumsi 6 gram saja atau cukup 1 sendok teh per hari,” ujar Kunsah, dilansir dari laman resmi UM Surabaya.
Menurut Kunsah, dari hasil penelitian MSG aman dikonsumsi, bahkan oleh bayi. Namun dengan dosis tepat atau tidak berlebihan.
Konsumsi MSG berlebih dapat mengancam kesehatan pada anak. Menteri Kesehatan sudah memberi pernyataan dan meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menarik produk makanan kemasan yang tidak mencantumkan kandungan MSG atau seberapa membahayakan bagi kesehatan manusia.
“Usia anak-anak atau masa pertumbuhan lebih sensitif terhadap efek MSG daripada kelompok dewasa. MSG juga dapat menyebabkan menurunnya fungsi otak,” kata Kunsah.