Ingin Mengurangi Stres? Lakukan Pernapasan Diafragma dan 6 Cara Ini
JAKARTA, iNews.id – Stres bisa dialami siapa saja, tidak selalu orang dewasa. Lantas, bagaimana solusi mengurangi stres?
"Menangani stres adalah sesuatu yang perlu dilakukan semua orang karena ada banyak risiko kesehatan mental dan fisik. Terlalu banyak stres dapat menyebabkan kelelahan dan depresi, masalah hubungan, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, serta potensi menggunakan obat-obatan terlarang dan alkohol," kata psikiater Vinay Saranga MD, seperti dikutip dari Bustle, Senin (4/2/2019).
Sebaliknya, orang yang menangani stres cenderung memiliki kepuasan kerja lebih tinggi, lebih mungkin untuk dipromosikan di tempat kerja, memiliki hubungan lebih baik dengan orang di sekitarnya, dan secara keseluruhan lebih bahagia.
Dirinya menuturkan ada tujuh cara tak terduga mengurangi stres. Berikut ulasannya, dikutip dari Okezone.com.
1. Menjadwalkan Perawatan Diri
Di tengah aktivitas yang padat, seseorang mungkin sulit memanjakan diri dengan melakukan berbagai perawatan. Akan tetapi, hal tersebut tetap harus dilakukan. Perawatan diri dapat membuat orang tersebut tetap rileks. Dengan begitu, dirinya lebih mudah menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapinya.
2. Menghitung Mundur
Saat rasa stres yang datang melanda begitu besar lantaran ada masalah yang sangat memusingkan, tahan diri sejenak. Cobalah ambil jeda untuk menghitung mundur dari 10. Cara ini dapat menghilangkan fokus dari pemicu stres. Selain itu, cara ini juga memberikan ruang bagi orang yang tengah stres untuk memikirkan jalan keluar.
3. Punya Benda yang Bisa Digunakan sebagai ‘Jimat’
Tenang, cara ini bukanlah yang aneh-aneh melainkan membantu seseorang untuk lebih tenang menggunakan indra peraba. Carilah batuan alam yang bisa digunakan sebagai gelang atau sekadar bisa ditaruh di dompet. Saat merasa stres, peganglah batu tersebut dan ucapkan kata-kata 'Ini juga akan berlalu' atau 'Sebuah solusi sedang dalam perjalanan'. Cari ini dapat membantu menghilangkan stres.
4. Lakukan Pernapasan Diafragma
Latihan pernapasan diafragma dapat membantu mengurangi stres dan ketegangan otot. Napas diafragma dapat mengurangi denyut jantung, tekanan darah, dan sekresi kortisol, yaitu hormon penyebab stres. Kalau perlu, lakukan pernapasan dengan mendengarkan instrumen music, sehingga suasana menjadi lebih rileks.
5. Mencoba Relaksasi Otot Progresif
Cara ini dapat membantu mengelabui tubuh agar merasa lebih tenang. Untuk melakukan relaksasi otot progresif, cobalah menegangkan satu kelompok otot, kemudian mengendurkannya. Contohnya, mengepalkan tangan lalu membukanya lebar. Ketika otot menjadi kendur, maka pikiran dan emosi cenderung menjadi lebih rileks sehingga menciptakan perasaan tenang.
6. Menuliskan Penyebab Stres
Stres terlihat berbeda untuk semua orang, namun tidak semuanya memahami akar penyebab stres. Cobalah menulis hal-hal yang membuat stres dalam hidup dan cara meresponsnya, baik secara mental maupun fisik. Saat menuliskan hal ini, orang mungkin akan berpikir ulang mengenai cara-cara mereka menghadapi stres dan melakukan perubahan.
7. Pergi dengan Teman
Ini adalah pilihan terakhir untuk mengatasi stres. Sebagai mahluk sosial, manusia tetap perlu berinteraksi dengan orang lain, termasuk ketika stres. Melakukan percakapan dari hati ke hati dengan teman atau orang terdekat akan memberikan perspektif penting, dukungan instrumental, dan umpan balik emosional. Hal itu akan membuat seseorang merasa lebih optimistis dan tubuh meningkatkan sekresi hormon yang penting untuk kesejahteraan seperti oksitosin.
Editor: Tuty Ocktaviany