Ikut Kembangkan Vaksin AstraZeneca, Indra Rudiansyah Bekerja 10 Jam Setiap Hari
“Mengerjakan project ini cukup menantang. Karena kami harus bekerja berkejaran waktu dengan virus ini dan kita tahu banyak korban yang meninggal karena Covid-19. Tantangan lainnya, kami pun harus bekerja dalam situasi yang berbeda karena pandemi, seperti harus melakukan social distancing dan mengurangi keleluasaan di laboratorium,” ujarnya.
Mengutip dari unggahan akun Facebook resmi LPDP Kementerian Keuangan RI, dalam tim tersebut, Indra berperan dalam tahapan uji klinis untuk melihat antibody response dari para volunteer yang sudah divaksinasi. Dalam pengembangan vaksin, Indra bahkan telah menghabiskan waktu rata-rata 10 jam di laboratorium setiap hari.
Sebelum menjejakkan kaki di Oxford, Indra Rudiansyah mengenyam pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Mikrobiologi dan S2 jurusan Bioteknologi di kampus yang sama. Pria 29 tahun ini juga sempat menjadi peneliti di perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi.
Sosok Indra Rudiansyah ini pun lantas membuat masyarakat Indonesia bangga. Salah satunya, Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI, Prof Zubairi Djoerban yang salut dengan sosok Indra.
“Saya akan mengingat namanya: Indra Rudiansyah, mahasiswa S3 Program Clinical Medicine, Jenner Institute, Universitas Oxford. Indra adalah bagian dari tim Sarah Gilbert, penemu Vaksin AstraZeneca yang menyerahkan hak paten temuannya itu. Salut,” kata Prof Zubairi melalui akun Twitternya.