Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ubed Tembus 16 Besar Japan Open, Cermin Konsistensi Pembinaan Atlet PBSI dan BNI
Advertisement . Scroll to see content

ICCF 2026: Pakar Integrasikan Akupunktur Medik sebagai Pilar Suportif Onkologi Modern

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:49:00 WIB
ICCF 2026: Pakar Integrasikan Akupunktur Medik sebagai Pilar Suportif Onkologi Modern
Indonesia-China Cancer Forum 2026. (Foto: dok ICCF)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Selain bedah, radioterapi, dan kemoterapi, akupunktur medik belakangan mulai dilirik sebagai terapi pendamping dalam penanganan kanker di Indonesia. Metode yang identik dengan pengobatan tradisional Tiongkok ini ternyata telah berkembang sebagai cabang ilmu kedokteran yang berpijak pada bukti ilmiah atau Evidence-Based Medicine (EBM).

Hal itu disampaikan Dokter Akupunktur Konsultan Analgesia dan Anestesia, dr. Ekky Sri Rejeki, Sp.Ak(K), dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, akhir pekan lalu. Menurut dr. Ekky, akupunktur medik sudah punya jenjang pendidikan dokter spesialis di Indonesia, misalnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

"Akupunktur dapat menjadi terapi adjuvan yang melengkapi penanganan utama kanker maupun sebagai bagian dari perawatan paliatif untuk membantu mengurangi berbagai keluhan pasien," ujarnya.

Lalu, ia mencontohkan penerapan akupunktur medik pada pasien yang mengalami gangguan suara atau disfonia usai menjalani operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Penanganan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan dokter bedah onkologi sebagai bagian dari pelayanan multidisiplin.

Akupunktur juga terbukti membantu meredakan efek samping kemoterapi. Berbagai penelitian ilmiah mengungkapkan, keluhan nyeri pasien kanker berkurang setelah dilakukan stimulasi titik-titik tertentu di tubuh. 

“Contohnya, di area telinga dan kepala, titik-titik di sini merangsang pelepasan endorfin alami tubuh,” jelasnya. Selain nyeri, akupunktur juga mempunyai bukti ilmiah yang cukup kuat dalam membantu mengurangi mual dan muntah akibat efek samping kemoterapi.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pemaparan Profesor Yin Ping Shan, ahli pengobatan tradisional Tiongkok yang berpengalaman lebih dari 40 tahun. Profesor Yin Ping Shan mengungkapkan pengobatan tradisional Tiongkok berbasis herbal memiliki sejarah panjang ribuan tahun dalam melawan kanker.

Maka, pengobatan tradisional dan modern harus berjalan berdampingan (integratif) untuk hasil optimal. Apalagi, metode ini efektif dalam menangani efek samping dan komplikasi akibat kemoterapi atau radiasi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut