Hantavirus Susah Menular ke Manusia? Dokter Tirta Beberkan Faktanya!
Dokter Tirta juga menyebut Hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru di Indonesia. Edukasi mengenai virus tersebut, kata dia, sudah cukup lama dilakukan oleh dinas kesehatan di berbagai daerah, terutama wilayah yang memiliki populasi tikus tinggi.
"Virus Hanta juga bukan virus baru di Indonesia. Sudah sering diedukasikan sama dinkes-dinkes daerah kok," ujarnya.
Ia menambahkan, Hantavirus umumnya ditemukan di wilayah rural atau area dengan sanitasi kurang baik yang banyak dihuni tikus. Karena itu, langkah pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari paparan kotoran tikus.
Selain itu, dr Tirta juga menyoroti munculnya kasus Hantavirus di kapal pesiar yang dinilainya cukup tidak biasa.
"Jujur ini virus biasanya di daerah rural yang banyak tikus-tikusnya. Heran saja bisa sampai ke kapal pesiar," kata dia.
Di akhir pernyataannya, dr Tirta meminta masyarakat tidak ikut heboh berlebihan menyikapi pemberitaan mengenai Hantavirus. Ia menegaskan kunci utama pencegahan tetap berada pada kebersihan diri dan sanitasi lingkungan.
Sebagai informasi, Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan pada kasus berat.
Editor: Muhammad Sukardi