Gejala Khas Virus Ebola Langka yang Ancam Dunia, Demam hingga Nyeri Otot
Dalam fase lanjut, virus Ebola dapat memicu pendarahan internal, kerusakan organ, hingga gagal organ yang berujung kematian. Tingkat kematian varian Bundibugyo dilaporkan bisa mencapai 50 persen.
Hal yang membuat virus ini berbahaya adalah masa inkubasinya yang cukup panjang. Seseorang dapat membawa virus hingga 21 hari sebelum gejala muncul dan diyakini sudah dapat menularkan infeksi kepada orang lain.
Penularan Ebola terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, muntahan, air liur, keringat, hingga jenazah pasien yang terinfeksi.
Karena itu, WHO meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk menghindari kontak langsung dengan pasien serta mengikuti prosedur kesehatan saat pemakaman korban Ebola.
Saat ini, para ilmuwan dari Universitas Oxford juga tengah mengembangkan vaksin khusus untuk varian Bundibugyo. Namun vaksin tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum bisa diuji pada manusia.