Cuaca Super Panas, Waspada Dehidrasi Parah jika Malas Minum Air Putih
JAKARTA, iNews.id - Cuaca panas yang melanda Indonesia belakangan ini tak hanya membuat gerah, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama dehidrasi. Masyarakat pun diimbau untuk lebih disiplin dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama dengan memperbanyak konsumsi air putih.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara yang mencapai 34–36 derajat Celsius masuk dalam kategori puncak musim panas. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi fenomena gerak semu tahunan Matahari, di mana pada periode 21–23 Maret posisi Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa, sehingga paparan panas terasa lebih intens.
Selain itu, minimnya tutupan awan turut memperparah kondisi panas di siang hari. Kombinasi ini membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Dalam kondisi cuaca panas ekstrem, kebutuhan cairan tubuh meningkat. Mengutip anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), orang dewasa disarankan minum setidaknya 8 gelas air per hari, dan bisa lebih banyak saat cuaca panas atau aktivitas meningkat.
Apa Itu Godzilla El Nino, Fenomena Ekstrem yang Bikin Kemarau Indonesia Lebih Panjang?
Air putih menjadi pilihan terbaik karena mampu menggantikan cairan tubuh tanpa tambahan gula atau zat lain yang justru bisa memperberat kerja tubuh.
Menjadi pertanyaan sekarang, apa ciri-ciri dehdirasi yang perlu diwaspadai? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
BMKG Ungkap Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus