China Diserang Virus Flu Baru, OTW Pandemi Lagi?
Hampir tiga perempat orang di daerah perkotaan dan pedesaan China Timur Laut yang diuji ditemukan memiliki persentase antibodi yang tinggi terhadap virus tersebut, yang menunjukkan paparan virus yang meluas.
Angka itu jauh lebih tinggi di antara mereka yang mencari perawatan medis untuk gejala pernapasan.
"Hal ini menimbulkan kemungkinan penularan tersembunyi pada manusia dengan infeksi ringan atau tanpa gejala melalui virus mirip D/HY11 yang sedang berkembang," kata para peneliti.
Analisis serum retrospektif (2020–2024) menunjukkan bahwa IDV mungkin telah beredar di China timur laut setidaknya sejak tahun 2020. Saat ini, tidak ada pengujian IDV rutin yang dilakukan di mana pun di dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran diam-diam virus panzootik ini dan potensi munculnya varietas baru.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Emerging Microbes & Infections.
Mengingat besarnya korban manusia akibat pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama beberapa tahun, jaringan peneliti dan pejabat kesehatan masyarakat global kini sangat waspada, memantau dengan cermat evolusi virus hewan dan patogen lain yang menunjukkan ciri-ciri potensi pandemi, yaitu penyebaran yang efisien dan risiko yang signifikan terhadap manusia.
Para ilmuwan memanfaatkan alat-alat baru, mulai dari pengurutan genetika virus tingkat lanjut pada satwa liar hingga pengujian serum darah pada manusia, semuanya bertujuan untuk memberi waktu guna mengembangkan pengobatan dan vaksin potensial sebelum patogen berikutnya mengambil alih.
Editor: Muhammad Sukardi